Public Relations

Cara Merancang Strategi Public Relations

Dalam buku Public Relations For Asia, Morris dan Goldsworthy menyebut public relations (PR) sebagai usaha untuk membujuk publik demi mencapai tujuan organisasi atau individu dengan menggunakan pendekatan media relations. Menurutnya, media relations adalah jantung dari segala aktivitas public relations. Karena itu, media relations harus dikelola agar tujuan PR tercapai secara efektif dan efisien. Morris dan Goldsworthy pun memperkenalkan model perencanaan yang disebut POSTAR.

POSTAR adalah sebuah model perencanaan strategis yang membantu PR memformulasikan strategi untuk mencapai tujuannya. POSTAR sendiri merupakan singkatan dari:

  • Positioning, memetakan situasi bisnis perusahaan anda
  • Objectives, menentukan tujuan yang ingin di capai
  • Strategy, memformulasikan cara umum untuk mencapai tujuan
  • Tactics, menggunakan cara kreatif untuk mencapai tujuan
  • Administration, menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
  • Results. menghitung hasil eksekusi perencanaan PR yang didapatkan

Menganalisis ‘Positioning’ perusahaan

Ini adalah langkah pertama dalam perencanaan PR. Analisis positioning bertujuan untuk mengidentifikasi situasi perusahaan secara secara internal dan eksternal. Situasi adalah masalah atau peluang yang dapat mempengaruhi bisnis perusahaan. Untuk menganalisis positioning, metode analisis yang paling umum digunakan adalah analisis SWOT.

Berkas:SWOT en.svg

Analisis SWOT dapat membantu mengidentifikasi sumber daya internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan, baik yang terlihat nyata maupun yang abstrak. Selain itu, analisis ini juga membantu memetakan peluang dan ancaman di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan.

Ketika dihadapkan pada sebuah situasi, maka perusahaan harus merespon supaya bisnisnya tetap berjalan atau tetap berkembang dalam situasi tersebut. Bila tidak segera merespon, maka dikhawatirkan perusahaan akan tertinggal dari kompetitor atau tidak mampu bertahan di tengah situasi.

Sebagai contoh, isu Covid-19 telah memaksa masyarakat untuk tidak keluar rumah dan bekerja dari rumah. Universitas Islam 45 Bekasi harus merespon situasi dengan mengubah perkuliahan tatap muka menjadi perkuliahan online. Seluruh sumber daya kampus diberdayakan untuk menunjang proses perkuliahan online dan layanan akademik secara online.

Menentukan “Objectives”

Setiap kegiatan PR memiliki tujuan (goals) dan sasaran (objectives). Bedanya, tujuan adalah hal yang ingin dicapai dan sasaran adalah tujuan yang lebih spesifik dan dapat diukur. Menentukan tujuan PR akan menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan PR anda. Karenanya tujuan PR harus S.M.A.R.T.

SMART Goals - ToolsHero

Kerangka SMART (sumber: Toolshero.com)

Tujuan PR haruslah jelas dan spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berjangka waktu sehingga memudahkan PR untuk menyusun strategi dan taktik. Contoh tujuan PR yang SMART di antaranya:

  • Meningkatkan penjualan produk XYZ sebesar 10% selama 12 bulan.
  • Mendapatkan donasi dengan target Rp. 100.000.000 pada tahun 2020.
  • Meningkatkan kesadaran brand sebesar 15% pada kelompok wanita berumur 17-25 tahun yang memiliki gaya hidup sehat.
  • Membentuk citra perusahaan yang peduli terhadap lingkungan di 10 media online bereputasi.

Panduan lebih lanjut tentang SMART Objective dapat dilihat pada website shiftindonesia.com.

Memformulasikan strategi

Setelah menentukan tujuan yang SMART, maka langkah selanjutnya adalah memformulasikan strategi. Strategi adalah cara-cara untuk mencapai tujuan. Yang perlu diperhatikan adalah siapa publik yang ditargetkan, media apa yang digunakan untuk menjangkau publik target, dan pesan apa yang ingin anda komunikasikan. Kemudian, tentukan teknik apa yang bisa mengundang perhatian media target dan menciptakan publisitas.

Dalam ilmu PR, cara mengkomunikasikan pesan umumnya dapat dilakukan dengan menggunakan:

  • Hard news, berita-berita yang sarat nilai berita dan sangat penting
  • Soft news, berita-berita yang kurang bernilai dan memiliki sedikit nilai berita
  • News events, event yang diselenggarakan untuk menciptakan berita
  • Promotional content, menggunakan uang atau barang untuk promosi di media
  • Direct news, mengirimkan berita langsung ke kelompok audiens tertentu.

Misalnya, sebuah perusahaan ABC ingin membentuk citra yang peduli terhadap lingkungan. Mereka mendonasikan 100 juta rupiah dalam bentuk perlengkapan tenaga medis kepada rumah sakit untuk memerangi virus corona di daerah Wano. Proses serah terima ini dilakukan secara langsung dengan mempertimbangkan jarak sosial dan dipublikasikan lewat konferensi pers online dengan mengundang media-media yang relevan. Pesan-pesan tersebut kemudian diberitakan dalam bentuk press release yang disiarkan ke berbagai media yang tidak hadir secara online.

Menggunakan taktik komunikasi

Taktik adalah cara untuk menyampaikan pesan kunci langsung ke audiens target. Taktik-taktik ini adalah hasil turunan dari strategi-strategi yang telah dipilih, antara lain:

  • Hard news: Press conference, press briefing, press release, video release.
  • Soft news: hasil survei, riset dan kajian, sponsorship, filantropi, opini dan prediksi tren.
  • News event: event yang unik, mengundang selebriti/public figure.
  • Promotional content: giveaway, product placement, advertorial, sponsored content/program.
  • Direct news: pameran, konferensi, seminar, pelayanan masyarakat, entertainment, special report.

PR tidak bisa hanya menggunakan satu atau dua taktik saja. Taktik-taktik ini harus terintegrasi dan dapat dipadukan.

Merencanakan sumber daya public relations

Pada tahap ini, PR mengelola dan menentukan sumber daya apa saja yang akan digunakan. Sumber daya ini meliputi personel, dana, dan waktu. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah waktu, biaya, dan kualitas. Klien hanya bisa memilih dua dari tiga hal tersebut. Bila klien ingin kualitas tinggi, maka harganya akan tinggi atau prosesnya membutuhkan waktu. Bila klien menetapkan biaya yang murah, maka akan mempengaruhi kualitas dan waktu proses.

Selain itu juga, PR perlu mempertimbangkan anggota tim yang memiliki skill-skill berikut:

  • Strategic skill: menganalisis bisnis dan memformulasikan strategi yang tepat.
  • Management skill: merencanakan, mengelola biaya, aktivitas, dan personel.
  • Technical skill: mengeksekusi hal-hal teknis seperti menulis, desain, pitching berita ke wartawan.
  • Creative skill: memberikan ide-ide segar dan kreatif.

Keahlian yang berbeda-beda ini akan memudahkan PR dalam mengumpulkan ide-ide dan mengeksekusinya. Tanpa tim, maka PR akan sulit bergerak sendirian.

Mengukur hasil kegiatan Public Relations

Ada tiga hal yang perlu diukur dalam sebuah kegiatan public relations, yaitu output, outtake, dan outcome. Ketiga hal ini harus terlihat dalam tujuan PR yang telah disusun secara SMART. Output adalah hasil kegiatan yang paling dasar untuk diukur, misalnya jumlah media coverage, follower, likes, viewers, engagement, dsb. Mengukur output lebih mudah dilakukan, murah, dan mudah dipahami.

Pengukuran yang selanjutnya adalah outtake. Mengukur outtake lebih sulit dibandingkan output. Outtake adalah reaksi dari audiens target setelah menerima pesan-pesan kunci yang dikomunikasikan oleh PR. Apakah audiens target anda percaya bahwa perusahaan anda peduli terhadap lingkungan? Apakah mereka mempertimbangkan untuk membeli produk anda? Untuk mengukur outtake PR harus melakukan survei pada sejumlah sampel.

Yang paling efektif untuk mengetahui keberhasilan kegiatan PR adalah mengukur outcome. Outcome adalah perubahan perilaku audiens target setelah menerima pesan PR. Outcome ini dapat dilihat dari berbagai macam perspektif, misalnya kenaikan penjualan, peningkatan jumlah pelanggan, kunjungan website, perubahan voting pemilu, dsb.

Standar ukuran yang dijadikan patokan evaluasi adalah tujuan-tujuan PR yang telah ditetapkan sebelumnya. Inilah manfaat tujuan PR yang SMART, memudahkan PR untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatannya.

Selain secara kuantitatif, PR juga dapat mengevaluasi kegiatannya dari sisi kualitatif. Misalnya, melakukan analisis konten berita, menjaring input dan testimoni audiens target, hingga mengevaluasi proses komunikasi yang telah dilakukan oleh PR.


Untuk mahasiswa Unisma Reg-A, silahkan isi presensi di link berikut: Presensi Media Relations.

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.