Sudahkah Anda Menghargai Diri Anda?

Terkadang Anda terlalu sibuk mencintai atau memusatkan seluruh perhatian dan menghabiskan energi untuk membantu orang lain. Tapi sudahkah Anda memberikan cinta kepada diri Anda sendiri? Mencintai diri sendiri seringkali dianggap narsis ataupun egois. Padahal, diri Anda sendiri juga butuh untuk dihargai dan dicintai. Berikut tanda-tanda Anda tidak menghargai diri Anda.

Membiarkan Anda dimanfaatkan orang lain

Dalam kehidupan sosial, seringkali Anda akan diuji sejauhmana Anda membatasi diri untuk membantu teman-teman di sekitar. Ketika Anda tidak dapat mendefinisikan batas-batasnya, terlebih mana yang harus dibantu dan mana yang tidak, maka teman-teman Anda akan sangat mungkin memanfaatkan dan menguras energi bahkan kekayaan Anda. Semakin Anda tidak memiliki batas yang jelas, semakin Anda akan dimanfaatkan orang lain. Tegaslah demi diri Anda sendiri.

Memberi banyak, dapatnya sedikit

Prinsip ini cocok jika Anda menjalani pekerjaan sosial demi amal. Namun dalam pergaulan sehari-hari, lebih banyak memberi daripada menerima menandakan Anda kurang menghargai diri sendiri. Kondisi ini sering terjadi ketika Anda ingin mendapatkan tempat yang baik dan diterima oleh orang lain sehingga memungkinkan Anda akan memberikan segenap yang Anda miliki dengan tujuan disukai dan diterima oleh orang lain. Jika ini terjadi di dunia kerja, perusahaan yang mempekerjakan Anda juga termasuk tidak menghargai diri Anda.

Tidak memikirkan kondisi diri

Ketika tekanan udara di dalam pesawat berkurang tiba-tiba, Anda harus menggunakan masker terlebih dahulu sebelum membantu orang lain mengenakan maskernya. Analogi tersebut juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bersikaplah realistis jika Anda sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk membantu orang lain. Anda mungkin dapat memberikan bantuan kepada teman Anda ketika Anda sedang tidak sakit. Namun, memberikan bantuan di saat badan fit tentu akan lebih efektif. Sederhananya, bantulah Anda untuk membantu orang lain.

Tidak merencanakan masa depan

“Aku tidak tahu” adalah jawaban yang paling menyedihkan ketika orang bertanya “Apa cita-citamu?” Oleh karena itu, Anda harus berintrospeksi dan menikmati me-time untuk ‘mengenal’ diri Anda sendiri lebih jauh lagi. Tidak ada yang salah dengan bermimpi! Rencanakanlah masa depan Anda, lakukan dan rayakan keberhasilan Anda!

Kurang mengekspresikan keinginan dan kebutuhan kepada orang lain

Terkadang agar Anda tidak ingin menyakiti perasaan atau merepotkan orang lain, Anda selalu berkata “terserah kamu.” Jika terus menerus memendam keinginan, maka akan timbul rasa kesal dan frustasi dalam diri sehingga terjadi miskomunikasi dengan orang lain.

Sumber: Lovevirtue.com.

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s