“Orang lain bisa pacaran awet kok saya gak pernah bisa?” Kalau kamu pernah berpikir seperti itu, kamu perlu mengenal teori cinta.
Cinta ada teorinya? Yes, itulah yang disebut Triangular Theory of Love atau Teori Segitiga Cinta.
Sekitar tahun 2019 saya pernah mencoba aplikasi online dating Tinder yang saat itu booming. Motivasinya adalah mencari pengalaman untuk dibahas waktu mengajar di kelas dan mencari peluang hubungan asmara yang baru.
Singkat cerita, saya berhasil “matched” dengan seorang cewek dan menjalani hubungan jarak jauh selama kurang lebih setahun. Setelah setahun itu kami bertemu dan bersepakat bahwa hubungan ini tidak berhasil.
Kisah ini menjadi bahan diskusi saya dalam sebuah tugas podcast dengan mahasiswa ilmu komunikasi President University dalam matakuliah Psychology of Communication.
Dalam podcast itu, kami sepakat menjalin hubungan percintaan memang susah-susah gampang. Ini ibaratnya seperti kita mau buat cake yang enak, kita perlu bahan-bahan yang berkualitas dan teknik memasak yang juga pas.
Mengenal Triangular Theory of Love
Dalam hubungan percintaan juga demikian, menurut Robert Sternberg ada tiga elemen cinta yang menjadi dasar hubungan asmara, yaitu kedekatan (intimacy), hasrat (passion), dan komitmen.
- Intimacy adalah perasaan dekat dan intim; perasaan ini yang membuatmu merasa suka, aman, dan nyaman setiap berada di dekat pasanganmu.
- Passion adalah perasaan kagum, hasrat, dan gairah yang bikin kamu selalu ingin bertemu dekat dengan pasangan.
- Komitmen adalah keputusan untuk terus menjalin hubungan dengan pasangan apapun yang terjadi.

Dominasi dan kombinasi dari elemen-elemen cinta ini akan membentuk hubungan yang berbeda-beda.
- Kombinasi intimacy dan passion akan membentuk hubungan cinta yang romantis. Biasanya, jenis hubungan ini ditandai dengan hasrat bersenang-senang, tanpa komitmen jangka panjang.
- Passion dan komitmen membentuk hubungan cinta yang bodoh. Absennya intimacy membuat hubungan ini tanpa perasaan suka, yang lebih penting adalah menjalin hubungan asmara.
- Komitmen dan intimacy akan membentuk hubungan cinta persahabatan. Hubungan ini dijalani dengan intim secara jangka panjang, tanpa hasrat.
Nah, hubungan yang ideal itu adalah hubungan yang berdasarkan kombinasi intimacy, passion, dan komitmen. Hubungan ideal ini sangat sulit untuk dicapai, namun bisa diupayakan.
Tiga Fondasi Hubungan Yang Awet
Kok bisa sudah pacaran lama tapi putus? Ya setidaknya ada tiga hal yang menjadi modal dasar agar suatu hubungan dapat berkembang: investment, trust, dan commitment.
- Investment. Setiap hubungan butuh investasi waktu, energi, dan materi. Misalnya, meluangkan waktu untuk bermain bersama, membeli hadiah, atau membantu menyelesaikan tugas kuliah bersama.
- Trust. Kepercayaan yang kamu dapatkan dari orang lain setelah kamu “berinvestasi” dalam hubungan yang kamu jalin. Kepercayaan tidak bisa didapatkan secara instan, butuh proses dan waktu.
- Commitment. Komitmen akan merekatkan hubunganmu dengan orang lain. Komitmen adalah keputusan untuk terus membangun dan mempertahankan hubungan.
Modal investment, trust, dan commitment ini akan membuat hubunganmu dengan orang lain semakin kokoh. Kehilangan salah satunya akan meruntuhkan hubungan yang sudah kamu jalin.
Semakin kamu mengenal komponen cinta dan modal dasar relasi antarpribadi ini, saya yakin kamu akan memiliki fondasi relasi yang kuat dengan orang lain, baik itu hubungan pertemanan, keluarga, hingga percintaan.
Semua hubungan harus diusahakan bersama-sama. Apalah arti bersama bila tidak diusahakan?

