Inspirasi

Cerita Shihab, Setia Menemani Mahasiswanya Belajar di Rumah: Buka Kelas 24 Jam

Dosen Ilmu Komunikasi President University Mohammad Shihab menceritakan sistem pengajaran selama status pandemi virus corona atau Covid-19.

Shihab mengatakan sejak physical distancing atau pembatasan fisik diberlakukan oleh pemerintah, President University langsung mengubah pembelajaran dari tatap muka di kelas menjadi kelas online.

Kelas online yang dimaksud bisa menggunakan platform e-campus President University atau platform online lainnya. “Seperti Google Classroom dan sejenisnya. Apapun platformnya, yang penting aktivitas perkuliahan tetap berjalan,” kata Shihab kepada Tribun Network.

Bahkan, cerita Shihab, sidang skripsi pun dilakukan secara online. Yakni, dengan teleconference antara mahasiswa dengan dosen. “Ada juga yang ngasih materi online untuk dibaca sendiri dan diberikan tugas untuk pengayaan materinya,” ujarnya.

Baca juga: Sudah Dapat Pembimbing? Intip Tips Dan Trik Dalam Menyusun Skripsi!

Selama masa pandemi virus corona, ia memaksimalkan Whatsapp Group (WAG). Setiap Minggu, ia memberikan materi untuk dibaca dan tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa.

“Dalam grup WA itu, mahasiswa boleh bertanya dan langsung saya jawab di grup itu. Karena kelas online, jadi kelasnya 24 jam/7 hari sih sebenarnya,” cerita Shihab.

Kapanpun, kata Shihab, mahasiswa noleh bertanya walaupun bukan jadwal kelasnya. Shihab berusaha secepat mungkin untuk menjawab. “Karena grupnya banyak, jadi juggling juga antara satu grup ke grup lain,” tutur Shihab.

Shihab menuturkan selama menerapkan pembelajaran online, hampir tidak ada kesulitan teknis. Hanya saja ia merasa ada energi yang berbeda ketika tidak mengajar secara langsung tatap muka.

“Kesulitan teknis sih hampir tidak ada. Hanya beda feelnya aja mas. Kalau mengajar di kelas saya bisa dapat feedback energi dari mahasiswa. Tahu rasanya mahasiswa paham atau tidak. Kalau kelasnya online, feedback tadi jadi kurang terasa,” imbuh Shihab.

“Ikatan (engagement) dengan mahasiswa jadi berkurang dibanding kalau di kelas fisik,” sambungnya.

Sejak kelas online, Shihab mengurangi bobot tugas. Hal itu dilakukan agar mahasiswa tidak kelelahan. Sementara ini, kata dia, tak ada mahasiswa yang coba ‘nakal’ selama mengikuti pembelajaran online. Semisal bolos dari kelas.

“Saya kebetulan pakai Google Form untuk presensinya. Di materi yang saya kasih saya selipkan link Google Form dan ada jangka waktunya sesuai jadwal kelas. Jadi yang tidak baca materinya, pasti kelewat ngisi presensi,” kata dia.

Ada hal yang akan dilakukannya di kelas, ketika masa pandemi corona ini selesai di Indonesia. “Yang pasti saya mau mengapresiasi mereka yang bertahan dan kembali lagi ke kampus. Saya biasanya ngasih kuis iseng-iseng berhadiah, mungkin itu untuk mencairkan suasana lagi,” kata dia.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Shihab, Setia Menemani Mahasiswanya Belajar di Rumah: Buka Kelas 24 Jam.

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.