Career

Strategi Menyusun Resume Agar Dipanggil Magang

Saat ini banyak sekali perusahaan BUMN dan swasta yang membuka lowongan magang bagi para mahasiswa. Belum lagi ditambah dengan kehadiran lebih dari 900 perusahaan startup yang tentunya membuat peluang magang menjadi lebih besar. Bila kamu adalah mahasiswa, maka situasi ini harus dapat kamu manfaatkan untuk mengasah skill dan menambah pengalaman kerjamu.

Namun sebelum mulai berburu magang, terlebih dahulu kamu harus menyiapkan resume. Resume adalah sebuah dokumen yang berisi ringkasan profil, prestasi, dan skill yang biasanya digunakan untuk melamar pekerjaan. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat hendak menyusun resume.

Pelajari iklan lowongan magang

Saat hendak melamar program magang di sebuah perusahaan, sangat penting untuk mengetahui spesifikasi posisi magang yang ditawarkan. Pelajari profil program magang yang ditawarkan, khususnya deskripsi pekerjaan dan skill khusus apa yang kira-kira dibutuhkan.

Susun resume sesuai spesifikasi pekerjaan yang dibutuhkan

Resume haruslah berisi informasi yang relevan dengan lowongan yang dibuka.

  • Mulailah dengan menyusun profil dan kontakmu, seperti nama lengkap, alamat, nomor HP dan alamat e-mail.
  • Kemudian tuliskan identitas universitasmu, termasuk program studi, fakultas, peminatan, dan nilai IPK bila dirasa baik. Bila perlu, sebutkan matakuliah inti yang relevan dengan posisi yang akan kamu lamar.
  • Selanjutnya, tulis dan deskripsikan pengalaman organisasi atau project terbaikmu yang relevan dengan spesifikasi pekerjaan yang kamu targetkan. Berikan deskripsi singkat tentang peran dan hasil yang kamu capai dalam organisasi tersebut.
  • Setelah itu, sebutkan skill dan kemampuanmu yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Cantumkan bila kamu memiliki skor TOEFL, IELTS, TOEIC dan sejenisnya. Hindari menggunakan grafik atau rating.
  • Lengkapi resumemu dengan rekomendasi dari orang yang kenal denganmu secara akademik maupun non-akademik, misal dosen pembimbing dan ketua jurusan.
  • Gunakan foto yang profesional, bukan pas photo (kecuali diminta).

Siapkan portofolio

Portofolio adalah dokumen hasil dari apa yang telah kamu kerjakan, seperti artikel yang kamu tulis, hasil karya fotografi, sertifikat seminar dan workshop, sertifikat organisasi, ringkasan laporan penelitian, dsb. Bila memungkinkan, buat website pribadi sehingga portofoliomu dapat diakses secara online.

Kirim resume

Setelah semua siap, maka kirimlah resumemu melalui e-mail langsung ke user yang akan bekerja denganmu. Bila tidak memungkinkan, kirim ke e-mail HRD. Tulis cover letter langsung di body e-mail. Ingat, jangan mengirimkan resume tanpa subject dan body e-mail.

Setelah terkirim, maka selanjutnya kamu harus siap untuk dihubungi oleh perusahaan yang kamu lamar. Selamat mencoba!


Mohammad Shihab adalah dosen tersertifikasi di bidang public relations dan peneliti isu-isu public relations. Hubungi saya di shihab.public.relations@gmail.com.

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.