Kunci Hidup Bahagia Ala Sundar Pichai

(Sumber gambar: gettaphunter.com)

Suatu hari di sebuah restoran, seekor kecoa terbang dari suatu tempat dan menghinggapi seorang pengunjung wanita. Sang pengunjung pun berteriak penuh ketakutan.

Dengan wajah penuh ketakutan dan teriakan, sang pengunjung pun melompat. Ia berusaha mengusir kecoa tersebut dengan tangannya.

Reaksi wanita tersebut membuat seluruh pengunjung ikut panik ketakutan. Ia berhasil menyingkirkan si kecoa, namun binatang tersebut malah hinggap pengunjung wanita di sebelahnya. Drama horor kecoa pun berlanjut.

Tiba-tiba pelayan restoran berusaha untuk menolong sang wanita malang. Si kecoa pun terlempar jatuh di bajunya. Sang pelayan pun tetap berdiri dengan tenang sambil memperhatikan gerak-gerik si kecoa di bajunya.

Sang pelayan pun merasa cukup percaya diri. Diambilnya si kecoa dengan jemarinya dan dibuangnya keluar restoran. Drama kecoa pun berakhir.

Melihat kejadian tersebut, satu hal muncul di dalam benak. Apakah kecoa itu salah dalam ‘drama’ tersebut?

Jika demikian, lantas mengapa si pelayan tidak terganggu? Dia berhasil membuang jauh kecoa itu keluar tanpa sedikitpun keributan.

Kecoa tersebut tidak bersalah. Ketidakmampuan mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa itulah yang mengganggu pengunjung wanita itu.

Sekarang dapat disadari bahwa bukan kekesalan ayah atau bos atau pasanganlah yang mengganggu kita, tetapi ketidakmampuan mengatasi kondisi yang disebabkan oleh kekesalan merekalah yang mengganggu kita.

Bukan kemacetan jalan yang mengganggu kita, tetapi ketidakmampuan kita menghadapi halangan yang disebabkan oleh kemacetan itulah yang mengganggu kita.

Lebih dari itu, reaksi terhadap masalahlah yang menciptakan keributan di dalam hidup kita.

Hikmah

Kita paham bahwa kita tidak harus bereaksi pada setiap hal. Kita harus selalu merespon.

Si wanita bereaksi, sementara sang pelayan merespon.

Reaksi selalu bersifat naluriah. Respon adalah hasil pemikiran yang matang.

Pahami bahwa seseorang hidup bahagia bukan karena semuanya berjalan baik di dalam hidupnya. Ia bahagia karena bisa bersikap benar terhadap segala sesuatu di dalam hidupnya!

Sumber: Cockroach Theory diterjemahkan dari situs Linkedin Pulse.

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s