Menulis Itu Memang Asyik

image
Direktur Tempo Institute, Mardiyah Chamim, menyampaikan materi dalam seminar 'Menulis itu Asyik'

Siang itu, seorang Ibu mengacungkan tangannya demi mendapatkan kesempatan untuk berbicara. Dengan ritme bicara yang cepat dan tegas, sang ibu menyatakan keinginannya. “Kami para dokter tidak ingin masyarakat mencari metode pengobatan kanker yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Karena itu kami mengikuti seminar ini agar dapat menulis opini di media.”

Ibu dokter tersebut tidak sendirian. Bersama keenam koleganya sesama dokter, ia hadir dalam seminar ‘Menulis itu Asyik’ pagi tadi (12/3).

Tempo Institute selaku penyelenggara, menghadirkan jurnalis-jurnalis seniornya di hadapan puluhan peserta seminar ‘Menulis itu Asyik. Para jurnalis senior tersebut di antaranya Amarzan Loebis dan Mardiyah Chamim.

Meskipun telah menghadirkan para jurnalis seniornya, para peserta nampak belum puas dengan materi yang disampaikan. Waktu masih menjadi pembatas.

“Pak Loebis tadi masih berbicara secara umum, seharusnya kita bisa menggali lebih dalam lagi,” kata Wali, salah satu peserta kepada saya di sela-sela coffee break.

Memang benar. Tiga puluh menit tidak akan cukup bagi pemateri untuk memberikan tips dan trik menulis. Terutama bila para peserta memiliki tujuan menulis yang berbeda-beda. Namun, perbedaan inilah yang memberikan warna dalam setiap diskusi. Mengingatkan saya kembali kepada dasar-dasar menulis.  Seperti anak kecil yang sedang mengisi buku mewarnai.

image
Sesi diskusi paralel dengan Mardiyah Chamim. Foto: Tempo Institute/Twitter

Sementara itu, para peserta yang terus mengajukan pertanyaan. Mengantisipasi hal itu, panitia memecah sesi diskusi menjadi tiga kelompok paralel. Kelompok Amarzan Loebis, kelompok Mardiyah Chamim, dan kelompok peminat menulis opini. Pada kesempatan inilah para narasumber seminar menjawab pertanyaan para peserta satu per satu. Memuaskan setiap peserta yang masih bingung bagaimana teknik menulis yang baik.

Dalm satu jam sesi paralel, saya mendapat tips-tips menarik bagaimana menulis feature dan opini. Hal ini mengingatkan saya kembali bahwa menulis itu memang asyik.

image
Foto bersama peserta seminar dan narasumber 'Menulis itu Asyik' (12/3). Foto: Tempo Institute/Twitter
Iklan

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s