Komunikasi nonverbal adalah komunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Secara umum, banyak orang yang menganggap komunikasi nonverbal hanya terbatas pada bahasa tubuh saja. Padahal, komunikasi nonverbal lebih dari sekedar bahasa tubuh.
Komunikasi nonverbal penting dalam interaksi kita sehari-hari. Menurut Albert Mehrabian, komunikasi manusia yang dilakukan secara verbal hanya 7%, sedangkan 93% sisanya adalah komunikasi nonverbal. Meski mayoritas komunikasi berbentuk nonverbal, tidak banyak orang yang memahami prinsip komunikasi nonverbal.
Komunikasi nonverbal merepresentasikan makna dengan cara yang sering kali lebih kuat dan lebih mendalam daripada kata-kata. Komunikasi ini menggunakan simbol-simbol tanpa kata yang bersifat arbiter, di mana simbol nonverbal tidak memiliki hubungan langsung dengan maknanya.
Komunikasi nonverbal yang bersifat arbiter menunjukkan bahwa simbol-simbol nonverbal dapat bervariasi tergantung pada konteks, budaya, dan individu.
Di President University, Cikarang, saya sering dipersepsikan fashionable karena menggunakan jaket musim dingin ala Korea, sedangkan cuaca Cikarang cukup panas. Padahal, jaket tebal itu saya gunakan karena saya sering kedinginan di ruangan kelas ber-AC.
Selain bersifat arbiter, komunikasi nonverbal juga sering kali bersifat ambigu. Artinya, makna dari simbol-simbol nonverbal tidak selalu jelas dan dapat ditafsirkan dengan berbagai cara.
Senyuman selalu dipersepsikan sebagai simbol kebahagiaan. Namun di pemakaman, senyuman biasanya digunakan untuk menunjukkan ketegaran, menutupi rasa duka.
Budaya juga sangat mempengaruhi bagaimana simbol-simbol nonverbal ditafsirkan. Sebagai contoh, di beberapa budaya, kontak mata yang kuat dianggap menunjukkan kepercayaan diri. Di budaya lain, ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan.
Ini menciptakan potensi kesalahpahaman ketika orang yang berbeda latar belakang budaya saling berinteraksi.
Karena itu untuk menghindari miskomunikasi, sangat penting untuk memahami beragam simbol-simbol komunikasi nonverbal. Berikut adalah beberapa cara bagaimana komunikasi nonverbal menyampaikan makna.
1. Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling kuat. Wajah kita bisa mengekspresikan berbagai emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, atau kejutan, hanya dengan perubahan kecil pada otot wajah.
Misalnya, senyuman sering kali merepresentasikan keramahan atau persetujuan, sedangkan kerutan dahi bisa menunjukkan kebingungan atau kekhawatiran.
2. Gestur dan Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh, termasuk gestur tangan dan postur, dapat memberikan informasi tambahan tentang perasaan dan sikap seseorang.
Misalnya, tangan terbuka dan postur tegak menunjukkan kepercayaan diri dan keterbukaan. Sebaliknya, tangan yang terlipat atau tubuh yang membungkuk bisa mengisyaratkan ketidaknyamanan atau defensif.
3. Kontak Mata
Kontak mata dapat menciptakan koneksi emosional antara individu. Menjaga kontak mata dapat menunjukkan minat dan perhatian, sedangkan menghindari kontak mata bisa diartikan sebagai ketidaknyamanan atau kurangnya kepercayaan diri.
Tingkat kontak mata yang tepat bisa berbeda tergantung pada budaya, tetapi secara umum, itu sangat penting dalam membangun hubungan.
4. Proxemik (Jarak Fisik)
Jarak antara individu saat berkomunikasi (proxemik) juga merepresentasikan makna. Jarak dekat sering kali menunjukkan keakraban dan kenyamanan, sedangkan jarak jauh bisa mencerminkan formalitas atau ketidaknyamanan.
Misalnya, dalam konteks profesional, jarak yang lebih jauh mungkin diperlukan untuk menjaga kesopanan.
5. Sentuhan
Sentuhan memiliki makna yang beragam tergantung pada konteks dan hubungan antara individu. Sentuhan yang lembut, seperti menggenggam tangan, bisa mengekspresikan dukungan dan kasih sayang. Sebaliknya, sentuhan yang kasar bisa menunjukkan agresi atau dominasi.
6. Paralanguage
Paralanguage mencakup elemen suara, seperti nada, intonasi, dan kecepatan bicara. Cara seseorang mengucapkan kata-kata bisa mengubah makna pesan yang disampaikan.
Misalnya, nada tinggi bisa menandakan kegembiraan, sedangkan nada rendah bisa menunjukkan kesedihan atau keprihatinan.
7. Simbol dan Artefak
Benda-benda di sekitar kita, seperti pakaian atau aksesori, juga bisa merepresentasikan makna.
Misalnya, seseorang yang mengenakan jas mungkin dipersepsikan sebagai profesional, sementara pakaian santai dapat menunjukkan suasana yang lebih santai atau informal.
Komunikasi nonverbal sangat kaya dan kompleks, dan sering kali memberikan informasi yang lebih mendalam daripada kata-kata. Namun, karena simbol-simbol nonverbal sangat kontekstual, maka kita harus bijak dalam berkomunikasi dan menginterpretasi nonverbal orang lain.
Ketika berkomunikasi dengan orang lain gunakanlah simbol-simbol nonverbal yang positif dan terbuka agar pesanmu dapat tersampaikan secara efektif. Misalnya dengan menggunakan bahasa yang baik dan intonasi yang tepat.
Begitu pun saat kita menginterpretasi nonverbal orang lain secara negatif, kita harus selalu cek persepsi kita. Apa yang kita persepsikan belum tentu benar.
Memahami makna di balik simbol-simbol nonverbal dapat meningkatkan keterampilan komunikasi kita. Ini membantu kita berinteraksi dengan lebih efektif. Selain itu, kita juga dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

