KM Dharma Kencana V milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) resmi berlayar perdana dari Palu pada Juli 2024 yang lalu. Warga dan perantau asal Sulawesi Tengah sangat antusias menyambut KM Dharma Kencana V.
Rasanya sudah sangat rindu naik kapal. Perasaan inilah yang menjadi motivasi utama saya untuk motoran dari Jonggol ke Surabaya. Saya ingin motoran ke Palu sekalian mencoba KM Dharma Kencana V!
Sebelum motoran ke Surabaya, saya sudah lebih dulu membeli tiket lewat aplikasi DLU Ferry. Aplikasi ini sangat memudahkan saya untuk melihat jadwal, harga kelas penumpang dan kendaraannya.
Kemudian, tibalah pada 11 Agustus 2024. Tepat pukul 6 pagi saya sudah berada di area tunggu kendaraan di Pelabuhan Tanjung Perak.
Senang rasanya melihat beberapa kendaraan berpelat DN dari Sulawesi Tengah. Banyak motor, mobil, juga bus dan truk yang mengantri. Sepertinya sebagian besar dari mereka hanya sampai di Balikpapan saja.y
Para calon penumpang pun terlihat sangat antusias bercengkerama menantikan kedatangan kapal Dharma Kencana V.
Tepat pukul 7 pagi kapal yang dinantikan pun tiba. Kendaraan dan tiket kami satu per satu dicek oleh petugas sebelum naik ke kapal.
Saat kapal ini bersandar terlihat sangat besar dan cukup mewah bila dibandingkan kapal Pelni. Sudah tidak sabar rasanya untuk segera naik ke atas kapal.
Akhirnya seluruh kendaraan pun diizinkan naik ke atas kapal. Saya seperti masuk ke dalam ruang parkir basement di mal-mal, tapi ini di lambung kapal. Besar, luas, dan bertingkat.
Ini kali pertama saya naik kapal fery. Akhirnya saya naik kapal lagi setelah 20 tahun.
Begitu melangkah masuk ke kabin kapal, aroma khas kapal sudah tercium. Suasananya masih sama persis seperti naik kapal terakhir kali.
KM Dharma Kencana V memiliki fasilitas kamar tidur ekonomi tidur dan duduk. Bagi yang ingin lebih nyaman, penumpang bisa memesan kamar kelas III sampai kelas VIP.
Dalam perjalanan dari Surabaya ke Palu ini saya memilih kamar kelas III. Di kamar ini terdapat enam ranjang berderet yang dilengkapi tempat lesehan untuk menonton TV. Sayangnya, di tengah laut agak sulit untuk menerima siaran TV.
Tidak ada kamar mandi di kamar ini. Toilet dan pancuran bersama tersedia di luar kamar. Lengkap dengan air panas dan air dingin yang memancur kencang.
Sebagai fasilitas umum kebersihannya cukup terjaga. Sayangnya masih ada pengguna yang tidak membuang sampah pada tempatnya dan merokok di toilet.
Selama di kapal saya tidak lupa untuk menjelajah isi kapal. Di dek atas, pemandangan laut luas terbentang di depan mata. Air biru jernih berpadu dengan langit cerah, menciptakan panorama yang tak terlupakan.
Terlihat ada penumpang yang duduk santai, menikmati angin laut yang sejuk ditemani sebatang rokok dan segelas kopi. Beberapa penumpang juga terlihat asyik mengobrol, sementara yang lain memilih untuk bersantai dengan musik di smartphone.
Dek atas ini juga menjadi tempat favorit untuk menyaksikan matahari terbenam. Banyak yang berkumpul dan berswafoto ria menjelang matahari terbenam.
Selain itu, ada juga ruang gym dan karaoke yang cukup untuk mengisi waktu di atas kapal.
Kapal ini dilengkapi dengan tiga restoran yang menyediakan makanan berat dan makanan ringan. Harganya menurut saya masih cukup terjangkau di harga 10-50 ribu rupiah.
Soal makanan sebenarnya penumpang tidak perlu khawatir. Kita mendapat makanan tiga kali sehari. Menunya mungkin menyesuaikan kelas masing-masing.
Bagi saya penumpang kelas III, makanannya sangat bisa dimakan. Ada nasi, ikan/ayam/telur/daging, sayuran, buah, dan air mineral yang diantar ke kamar masing-masing.
Perjalanan dari Surabaya ke Palu kurang lebih ditempuh dalam 48 jam. Ini sudah termasuk bongkar muat di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
Saat transit di Balikpapan, penumpang bisa turun dari kapal sambil menunggu bongkar muat yang biasanya mencapai 5-6 jam. Ada warung dan jajanan yang lebih murah dan variatif daripada di kapal.
Karena perjalanan panjang, kamu mungkin harus bersiap dengan perjalanan tanpa Internet. Kamu bisa menyiapkan buku untuk dibaca, men-download film favoritmu, atau mainan kartu yang bisa dimainkan bersama.
Kamu juga perlu menyiapkan bekal makanan ringan agar uangmu tidak terkuras habis saat jajan di atas kapal.
Touring naik kapal cocok untuk kamu yang ingin menikmati perjalanan. Berkat KM Dharma Kencana V transportasi ke Palu menjadi lebih variatif.

