Cara Meningkatkan Audiens Dengan Content Repurposing

Menciptakan konten sudah menjadi strategi marketing yang populer saat ini. Semua brand berlomba-lomba untuk membuat konten yang kreatif di media sosial. Tujuannya tentu saja supaya kontennya disukai dan dibagikan oleh netizen.

Semakin banyak konten disukai dan dibagikan, maka peluang viral di internet pun semakin tinggi. Untuk itu, agar kontenmu dapat dilihat lebih banyak orang, kamu bisa menggunakan strategi content repurposing.

Definisi content repurposing

Content repurposing adalah strategi untuk memproduksi ulang sebuah konten dan mendistribusikannya kembali ke media sosial lain sesuai format dan karakter audiensnya. Sederhananya, content repurposing adalah content recycling, yakni mendaur ulang konten yang sudah tayang menggunakan format dari masing-masing media sosial yang ada. Misalnya, sebuah artikel blog ditulis kembali menjadi utas (thread) di Twitter, dikonversi menjadi infografik yang diupload di Instagram, dan diulas kembali dalam bentuk video di Tiktok.

Namun, konten seperti apa yang bisa dijadikan content repurposing?

Biasanya content repurposing menggunakan konten-konten yang sifatnya evergreen, yakni konten yang selalu relevan kapan pun di-googling. Beberapa konten evergreen di antaranya adalah konten tentang tips, trik, tutorial, dan studi kasus.

Tapi terkadang ada juga konten hard news yang di-repurpose kembali menjadi postingan di media sosial. Apa pun itu, content repurposing digunakan untuk memperluas jangkauan konten.

Misalnya, kamu adalah kreator konten yang sering membagikan tips dan ditonton oleh 1000 orang di Tiktok. Kamu bisa menulis kembali konten-konten Tiktokmu menjadi artikel blog di pribadimu atau di blog publik seperti Kompasiana. Di Kompasiana, artikelmu bisa dibaca hingga ratusan bahkan ribuan orang.

Konten yang sama pun kemudian bisa kamu tulis kembali dan direkam menjadi audio podcast, menjadi infografik yang dibagikan di Instagram, atau kamu jadikan thread di Twitter. Dengan strategi ini, kamu bisa menjangkau audiens yang lebih banyak dan kontenmu dibaca oleh lebih banyak orang.

Bagaimana membuat content repurposing?

Ide content repurposing agar media sosialmu selalu fresh (quuu.co)

Setiap konten dapat kamu format kembali ke dalam berbagai macam format. Konten tulisan bisa dikonversi menjadi audio, video, gambar, dan sebaliknya. Seorang pakar komunikasi Allison Carter memberikan cara untuk mendaur ulang kontenmu.

  • Konversi konten video ke dalam teks tulisan dengan teknologi transkrip.
  • Ubah konten artikel menjadi format lain, di antaranya infografik dan pos di Linkedin.
  • Buat ringkasan konten-konten yang populer dan jadikan konten baru.

Apa pun teknik yang digunakan, konten dapat digunakan lebih dari satu kali.

Dengan content repurposing, kamu tidak hanya mendapatkan audiens yang lebih banyak dan lebih luas, tetapi juga bisa menjaga media sosialmu tetap fresh.

What do you think?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.