“Utamakan Bahasa Indonesia Di Atas Bahasa Asing”

Pada sesi kedua dan ketiga Lokakarya Penggunaan Bahasa Di Ruang Publik, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Abdul Khak memaparkan hasil pemantauan penggunaan bahasa di ruang publik di lebih dari 20 lokasi di kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk instansi pemerintah maupun swasta.

Dari hasil pemantauan menunjukkan penggunaan bahasa di ruang publik masih belum mengikuti kaidah tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Masih banyak terdapat kata-kata yang belum benar seperti mushalla dan antri. Seharusnya menjadi musala dan antre,” paparnya.

Slogan dan nama perusahaan dalam bahasa asing juga menjadi sasaran  pemantauan. Nama perusahaan dan produk masih banyak yang menggunakan istilah dalam bahasa asing.

“Selama ini bahasa asing tersebut diterjemahkan mentah-mentah. Seperti istilah ‘pasca bayar’ yang keliru dan arti katanya jadi ‘setelah bayar’. Padahal konsepnya pakai dulu baru dibayar. Seandainya dipadankan dengan kata dalam Bahasa Indonesia dan mungkin dikonsultasikan kepada Balai Bahasa, kami bisa membantu mencarikan alternatif kata padanannya. Tidak kalah cantik kok.”

“Kami tidak melarang penggunaan bahasa asing. Hanya kita perlu mengutamakan Bahasa Indonesia di atas bahasa asing,” terang Khak.

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s