“Sudah Ada Allah Yang Mengatur, Bagaimana Saya Memilih?”

“Bahkan tidak sehelai pun daun yang jatuh, kecuali atas izin Allah.”

Suatu hari, seorang wanita muda bertanya dalam sebuah forum ilmu. Mungkin karena malu, pertanyaannya pun diwakilkan kepada teman wanita yang mengenakan jilbab. “Teman saya selalu mendengar apapun yang terjadi adalah kehendak Allah dan segala sesuatunya sudah dituliskan dan diatur oleh Allah. Jadi di mana kebebasan manusia untuk memilih? Walaupun dikatakan bahwa manusia bebas memilih, semuanya sudah kehendak Allah,” tanyanya.

Dr. Zakir Naik, ulama yang menjadi pembicara dalam forum tersebut,  menghubungkan pertanyaan tersebut dengan takdir (qadar). Zakir membuka diskusi dengan mengeluarkan pernyataan provokatif. “Jika saya ingin mencuri dan saya melakukannya, siapa yang salah? Allah yang salah. Jika saya sudah ditakdirkan untuk membunuh dan saya melakukannya, siapa yang salah? Allah yang salah (karena berkehendak demikian). Jadi di mana kebebasan saya untuk memilih?” ujar Zakir.

Zakir kemudian menjawab pertanyaannya dengan seruan untuk percaya pada salah satu rukun iman tersebut. “Merupakan kewajiban setiap muslim untuk beriman kepada qadar, tapi Anda harus pahami apa makna takdir,” sambungnya.

Zakir pun menganalogikan jawabannya. “Sebagai contoh, dalam sebuah kelas terdapat 100 murid yang diajar oleh seorang guru. Di akhir tahun sebelum ujian, sang guru memprediksi bahwa murid ini akan lulus dengan peringkat atas, kemudian murid ini peringkat menengah, dan murid ini akan gagal. Dia bisa memprediksi karena dia tahu bahwa murid ini tekun, mengerjakan tugas, dan ikut les. Murid ini biasa-biasa saja dan akan mendapatkan peringkat menengah. Sedangkan murid yang ini akan gagal karena sering main, nonton film, tidak mengerjakan tugas, dan bolos maka dia diprediksi akan gagal. Kemudian ketika hasil ujian diumumkan, murid-murid tersebut mendapatkan peringkat-peringkat sesuai apa yang diprediksi. Bisakah murid yang gagal menyalahkan gurunya, ‘karena Anda memprediksi saya gagal, maka saya gagal’? Maka siapa yang salah, murid atau gurunya?” tanya Zakir.

“Muridnya”, jawab audiens serentak. Zakir setuju bahwa muridnya yang salah. “Karena dia tidak belajar, tidak mengerjakan tugas, dan sering menonton film.”

“Begitu juga Allah memberikan kebebasan kepada manusia. Allah sudah memberitahu mana yang benar dan salah, tapi pilihan di tangan Anda. Sebagai contoh, ada empat jalan di sebuah persimpangan yaitu jalan A, B, C, dan D.”

“Kemudian Anda memilih jalan C. Karena Allah Maha Tahu, maka Dia tuliskan ‘di persimpangan dia akan memilih jalan C.’ Ini pun bukan karena keinginan Allah, tetapi karena Allah sudah tahu apa yang akan Anda pilih, maka dituliskanlah demikian.”

Secara eksplisit, Zakir menggambarkan jalanan tersebut seperti mahasiswa yang lulus kuliah. “Setelah lulus, Anda bisa menjadi teknisi, dokter, atau menjadi pebisnis, dan Anda memilih menjadi pebisnis. Pilihan ada di tangan Anda dan karena Allah Maha Tahu apa pilihan Anda di masa depan maka dituliskan Anda akan memilih menjadi pebisnis.”

Seorang muslim harus yakin bahwa jika Allah menginginkan maka Allah bisa mengubahnya. Seandainya Allah mengubah tanpa keinginan hambaNya, maka itu tidak akan adil.

“Seperti soal dalam ujian matematika ‘2+2=?’ dan sang guru pun tidak boleh memberikan jawaban karena ini ujian. Jika ia memberikan jawaban, maka ia tidak adil. Misal, ‘jangan jawab 5, jawab 4,’ maka yakinlah murid akan protes ‘kenapa guru ikut campur saat ujian?'”

“Allah telah memberikanmu kebebasan untuk memilih dan hidup ini merupakan ujian menuju akhirat. Allah tunjukkan mana yang baik dan buruk, kemudian itu adalah kebebasanmu untuk memilih. Jadi apapun telah menjadi kehendak Allah, tapi pilihannya ada di tanganmu. Berdasarkan itu, maka Anda akan dapat pahala atau dosa,” kata Zakir menyimpulkan.

Iklan

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s