MERS, Virus Mematikan dari Negeri Kurma

Dunia saat ini tengah menghadapi virus berbahaya yang mampu merenggut nyawa manusia. MERS (Middle East Respiratory Syndrome) adalah sebuah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Virus ini diyakini muncul pertama kalinya di Timur Tengah khususnya Arab Saudi dan telah merenggut puluhan nyawa manusia. Hingga saat ini, para peneliti belum berhasil menemukan vaksin untuk memberantas virus MERS. Bagaimana cara menghindari serangan virus MERS?

Gejala

Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika telah menerima laporan dari para pasien yang terindikasi kuat terinfeksi MERS merasakan gangguan pernafasan akut beserta demam, batuk, dan nafas yang pendek. Beberapa pasien MERS juga dilaporkan mengalami diare dan muntah-muntah. Pada kebanyakan kasus, sejumlah penyakit lain juga turut menyerang para pasien MERS seperti pneumonia dan gagal ginjal. Virus MERS dapat membunuh manusia. Sekitar 30% pasien MERS meninggal dan kebanyakan dari mereka sedang menjalani masa pengobatan.

Sementara ini, para peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang sedang menjalani masa pengobatan tertentu seperti diabetes, kanker, paru-paru kronis, jantung, dan gagal ginjal diyakini sangat mungkin terinfeksi virus MERS. Selain itu, orang-orang yang memiliki sistem imun yang lemah juga beresiko tinggi terinfeksi virus MERS.

Hingga saat ini, berdasarkan informasi yang terkumpul gejala infeksi virus MERS akan terlihat dalam waktu 2-14 hari.

Penularan

Virus MERS dapat menular antar manusia melalui kontak fisik dengan pasien yang terinfeksi MERS, seperti tinggal bersama atau merawat pasien terinfeksi. Pasien terinfeksi MERS juga telah menularkan kepada orang lain di rumah-rumah sakit. Namun, para peneliti belum menemukan virus MERS menyebar di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan laporan, CDC Amerika menemukan seluruh pasien MERS baru saja pulang setelah tinggal maupun baru melakukan perjalanan ke Semenanjung Arab sebelum mereka terindikasi terinfeksi virus MERS. Bahkan, beberapa dari mereka terinfeksi setelah melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus MERS yang baru menyelesaikan perjalanan dari Arab. Para peneliti dan praktisi kesehatan terus memonitor kemungkinan penularan virus MERS antar manusia.

Pencegahan

Hingga saat ini, para peneliti sedang mencari vaksin untuk mencegah penyebaran virus MERS . CDC Amerika menyarankan masyarakat untuk proaktif melindungi diri mereka dari penyakit pernafasan dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Bersihkan tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak ada, gunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol. Bantu anak-anak Anda untuk melakukan hal yang sama.
  • Lindungi hidung dan mulut Anda dengan tisu ketika bersin dan batuk, kemudian buanglah di tempat sampah.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan.
  • Hindari kontak seperti berciuman atau menggunakan gelas dan alat makan yang sama dengan orang yang sedang sakit.
  • Bersihkan dengan disinfektan permukaan benda-benda yang sering disentuh seperti mainan anak dan gagang pintu.

Aksi pencegahan akan membantu mengurangi jumlah pasien terinfeksi MERS dan melindungi orang-orang yang kita cintai dari serangan virus MERS. Terapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur.

Sumber: Centers for Disease Control and Prevention

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s