Intip Kompetensi Yang Harus Dimiliki Oleh Mahasiswa Master!

Setelah lulus sarjana, orang-orang mulai memikirkan apa yang akan mereka lakukan nanti untuk mengembangkan karir. Kebanyakan mereka akan mulai mencari pekerjaan, namun tidak sedikit juga yang memilih melanjutkan pendidikan S2 (master). Pendidikan master tidak melulu menuntut mahasiswa untuk menguasai bidang studi yang ditekuninya. Dave Ellis dalam bukunya From Master Student to Master Employee mengemukakan sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa master untuk mengembangkan karirnya.

 Rasa ingin tahu

Mahasiswa master memiliki rasa penasaran terhadap semua hal. Dengan bertanya, Anda ia akan membangkitkan rasa ketertarikan terhadap situasi yang membosankan sekalipun. Ketika Anda tidak tertarik pada sebuah mata kuliah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, “kenapa saya selalu bosan mendengar kuliah ini? Mungkin karena dosen ini mengingatkan saya dengan paman saya yang selalu bercerita tentang hobi memancingnya itu. Bahkan dia mirip dengannya. Ini sungguh menarik.” Kemudian Anda bertanya dengan diri sendiri, “apa yang harus saya lakukan untuk bisa mengambil esensi materi kuliah ini walaupun sedikit membosankan,” dan Anda mendapatkan jawabannya.

Fokus

Perhatikan anak-anak yang sedang bermain di sebuah taman publik. Lihatlah bagaimana mereka melihat mainan-mainannya. Pandangan mata yang terbuka lebar menunjukkan adanya gairah dan keantusiasan sehingga dia selalu fokus pada apa yang sedang dimainkan. Baginya, dunia merupakan hal yang baru. Hal ini pun harus dimiliki oleh seorang mahasiswa master. Jadilah “anak kecil” yang fokus dan lihatlah dunia yang baru.

Kemauan untuk berubah

Hal yang tidak diketahui tidaklah menjadi sebuah ketakutan bagi mahasiswa master. Sebaliknya, hal tersebut haruslah diterima sekalipun itu tersimpan di dalam dirinya sendiri. Kita memiliki gambaran siapa diri kita dan ini sangat berguna. Namun, gambaran diri ini juga dapat membuat kita lupa diri untuk selalu belajar dan berkembang. Oleh karena itu, seorang mahasiswa master harus bersifat terbuka pada perubahan lingkungan dan dirinya sendiri.

Mengorganisasi

Seorang mahasiswa master mampu memperoleh informasi yang banyak dan menghubungkannya satu sama lain. Selain mampu memainkan informasi, mengatur data berdasarkan ukuran, fungsi, waktu, dan kategori-kategori lainnya, ia juga memiliki nyali untuk menentukan tujuan akhir yang besar dan keakuratan dalam rencananya sehingga tujuan yang diinginkannya tercapai.

Kompeten

Penguasaan skill penting bagi mahasiswa master. Ketika Anda belajar rumus matematika, Anda mempelajarinya hingga menjadi kehidupan kedua Anda. Anda berlatih hingga tahu rumus-rumus tersebut rumit, kemudian Anda pecahkan rumus-rumus tersebut dalam beberapa waktu ekstra. Anda sebagai master juga mampu melaksanakan apa yang Anda dapatkan dalam situasi yang baru dan berbeda.

Menyenangkan

Sebuah senyuman sering terlihat di wajah seorang mahasiswa master. Terkadang, seorang master tidak tersenyum karena hal-hal kecil saja tetapi juga karena ketakjubannya pada dunia dan pengalaman-pengalaman di dalamnya.

Jadi, kompetensi mana yang sudah Anda miliki? Nantikan kelanjutannya di postingan berikutnya. 🙂

Iklan

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s