Kendaraan Dinas Wajib Pertamax, Petugas SPBU Masih Malu-malu

Kendaraan dinas sedang mengisi Premium di salah satu SPBU.

Per tanggal 1 Juni 2012 pukul 00.00, pemerintah mewajibkan seluruh kendaraan berplat merah  untuk menggunakan Pertamax sesuai dengan misi penghematan energi yang sedang digalakkan pemerintah. Saya pun iseng mencoba pelaksanaan kebijakan tersebut.

Selepas shalat Jumat, saya berniat untuk berkunjung ke rumah kontrakan salah satu teman saya. Meminjam motor salah satu staff asrama kampus saya, saya pun memacu motor RX King berplat merah menuju rumah kontrakan teman saya.

Singkat cerita, setelah saya menyelesaikan urusan di rumah kontrakan tersebut, saya pun pulang menuju asrama. Tidak lupa saya mampir ke SPBU yang paling dekat dengan asrama kampus saya. SPBU ini menyediakan tiga pool pengisian bahan bakar: satu pool bertuliskan Premium dan Pertamax, satu pool Premium, dan sisanya untuk Solar. Saya pun sengaja berhenti di pool Premium.

Berhenti di pool Premium dengan motor plat merah bukan menjadi kebanggaan untuk saya. Saya malah merasa malu dan risih entah kenapa. Mungkin saya selalu hidup di jalan yang benar, hahaha… Saya pun mematikan mesin motor dan membuka tangki.

“Isi berapa Pak?” tanya petugas SPBU. “Isi Rp.5000 aja Pak,” jawabku. Dia pun meminta temannya untuk mengisi tangki saya. “Wah, pelat merah, Pertamax nih,” kata dia sambil temannya mengisi tangki motor saya.

“Oh, udah berlaku ya Pak? Dari kapan ya Pak?”

“Tanggal 1 Juni Pak, jam 12.00 malam tadi.”

“Kok, saya tidak diarahkan ke tempat yang Pertamax Pak?”

“Tidak apa-apalah Pak sudah terlanjur. Lagian hanya isi dikit Rp.5000.”

“Ya, makasih ya Pak kalo gitu. Selanjutnya saya isi Pertamax deh Pak,” kataku sambil menyerahkan lembaran uang lima ribu. Saya pun meninggalkan SPBU tersebut.

Dari pengalaman yang saya ceritakan di atas, hal tersebut seringkali terjadi tidak hanya di lingkungan Pertamina saja tetapi juga sering terjadi di BUMN yang lain. Kebijakan pemerintah yang mewajibkan kendaraan berplat merah menggunakan Pertamax sudah tepat. Namun, kebijakan yang bagus seringkali tidak didukung oleh para pegawai di level bawah. Perasaan segan untuk menegur dan ketidaktegasan seringkali menjadi hambatan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Ketika pengalaman saya ini saya tuangkan ke akun Facebook pribadi saya, ada 12 teman saya yang menyukai cerita saya dan beberapa komen yang mengandung ide yang cemerlang.

Komen yang pertama dari teman saya menekankan bahwa pemerintah tidak seharusnya fokus ke pengalihan Pertamax saja tetapi juga mengawasi peredaran BBM ilegal ke industri-industri. Saya pun setuju dengan pendapat ini.

Ide cemerlang dikemukakan oleh Riady Ibnu Khaldun lewat komen di status update saya. Dia menyarankan Pertamina untuk memasang semacam tanda atau rambu khusus yang secara eksplisit melarang kendaraan plat merah menggunakan Premium sehingga petugas SPBU memiliki back-up jika terjadi ketidaknyamanan dan masalah terkait kebijakan tersebut.

Saya sangat suka dan mendukung ide Riady. Simbol merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal. Menurut ahli komunikasi dalam film dokumenter “The Nonverbal Language”, dalam komunikasi manusia 93% merupakan komunikasi nonverbal dan 7% verbal. Hal ini menguatkan kepercayaan saya bahwa “nonverbal communication speaks more than words.” Dengan menggunakan simbol larangan yang jelas, apapun masalah yang timbul petugas SPBU bisa langsung tanpa panjang lebar menunjuk ke simbol larangan tersebut sebagai hal yang wajib dipatuhi dan diindahkan. Semoga kebijakan penghematan energi yang dicanangkan pemerintah bisa diterapkan dengan  baik. (SHB)

Foto: antaranews.com

Iklan

5 tanggapan untuk “Kendaraan Dinas Wajib Pertamax, Petugas SPBU Masih Malu-malu”

      1. Alasan saya memilih SPBU lain adalah karena di sana lebih murah (oktan 95), kualitasnya juga lebih baik, konsumsi bensin lebih irit dan tarikan motor sih sadis loh, pelayanannya juga sangat customer oriented, selalu menawarkan mengisi penuh dengan produk terbaik, juga fasilitasnya lengkap di tiap outlet (air, angin, convenience store).. Yang paling penting, gak perlu ngantri panjang2 cuma buat beli bensin 😀

        Suka

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s