President University to be ASEAN University?

Indonesia, sebagai Ketua ASEAN 2011, memiliki visi di tahun 2015 ASEAN menjadi komunitas negara-negara anggota ASEAN. Banyak hal yang ditawarkan sebagai bentuk dukungan atas visi ini. Salah satunya adalah mendirikan Universitas ASEAN, yang tenaga pengajar dan siswanya , dan standarnya berasal dari negara-negara ASEAN. Pemerintah sedang menggodok konsep Universitas ASEAN ini yang kabarnya bersifat universitas terbuka. Perlukah dibuat universitas baru ataukah sebaiknya memanfaatkan yang sudah ada?

Secara umum, Indonesia sudah memiliki beberapa perguruan tinggi/universitas yang berpotensi untuk berstandar internasional. Universitas-universitas ini menawarkan program-program atau kebijakan yang bersifat internasional, misalnya membuka kelas internasional atau menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam aktivitas belajar/mengajar. Salah satu universitas yang memiliki potensi ke arah Universitas ASEAN adalah President University.

Mengapa President University? President University (PU) memiliki poin-poin positif yang mendukung terbentuknya Universitas ASEAN.

1. English-speaking university

Inilah poin utama yang menjadi kunci Universitas ASEAN. Kenapa yang utama? Untuk mengerti sebuah pelajaran dibutuhkan bahasa yang mudah dimengerti. Melihat negara-negara ASEAN memiliki bahasa negaranya masing-masing yang sangat berbeda antara satu negara dengan negara lain, maka saya pikir tidaklah salah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama yang digunakan dalam Universitas ASEAN ini. Syukurnya, we’re an English-speaking university!

2. Mahasiswa Asing

Poin ini juga tidak kalah penting. Masuknya mahasiswa luar negeri, seperti China, Palestina, Mozambik, Venezuela (2007), serta dua negara anggota ASEAN Filipina (2007) dan Vietnam membuat PU menjadi lingkungan yang multikultural. Konsep Universitas ASEAN pun nantinya juga pasti dengan sendirinya akan membentuk lingkungan yang multikultural karena tenaga pengajar serta siswanya di atas konsep berasal dari negara-negara anggota ASEAN.

Namun, dengan adanya dua poin utama ini tidak serta merta menjadikan PU sebagai universitas yang pasti menjadi Universitas ASEAN. Ada beberapa hal penting yang perlu kita tingkatkan demi mencapai visi tsb.

1. Perluasan market

Untuk menjadikan PU sebagai Universitas ASEAN, Dept. Marketing perlu merekrut calon siswa dari negara-negara anggota ASEAN. PU sudah memiliki Vietnam dan Filipina, maka market PU sebaiknya diarahkan ke delapan negara anggota ASEAN yang lain. Lengkapnya siswa dari negara-negara anggota ASEAN akan semakin menambah ke-multi-an kultur di lingkungan PU.

2. Peningkatan standard fasilitas dan sistem akademik

Sejauh ini, menurut saya fasilitas PU yang ada sudah cukup memadai untuk mendukung aktivitas akademik/non-akademik. Namun karena mempersiapkan diri untuk menjadi Universitas ASEAN, maka fasilitas-fasilitas yang ada perlu ditingkatkan lagi jumlah dan kualitasnya sehingga berstandard atau mendekati standard internasional.

3. Peningkatan sumber daya

Sumber daya pendukung aktivitas kampus juga perlu untuk ditingkatkan, seperti pelatihan bahasa Inggris kepada teknisi, driver, security, staff, OB, dll. Ini berguna untuk memudahkan komunikasi antara mahasiswa asing dan karyawan jika sewaktu-waktu membutuhkan informasi atau bantuan.

4. Peningkatan kegiatan mahasiswa/klub/komunitas

PU, lewat PU Student Union/Student Council, saya kira perlu untuk mendukung kegiatan/klub/komunitas yang sudah ada maupun yang baru akan dibentuk. Ini menjadi modal untuk menarik minta calon mahasiswa asing untuk belajar di kampus kita. Serta, komunitas yang sudah ada seperti China dan Vietnam, diaktifkan dan minta mereka untuk membuat event atas nama komunitas mereka, misalkan Vietnam Exhibition dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Vietnam; atau tarian tradisional China mewakili komunitas China PU sebagai bentuk partisipasi dalam Malam Budaya Cultural Night atau Welcoming Night yang diadakan setiap tahun sekali.

Tidak lupa juga jumlah kursi representasi dari mahasiswa asing di PU Student Union/Student Council perlu ditingkatkan sehingga terjalin komunikasi yang semakin baik antara Presiden Mahasiswa dan seluruh rakyat mahasiswanya.

Dengan dua poin positif di atas yang membedakan PU dengan kampus lain, saya yakin bahwa PU berpotensi besar untuk menjadi Universitas ASEAN di Indonesia. Namun, kita juga harus sadar bahwa jika ingin maju sebagai Universitas ASEAN, PU juga harus membuka diri untuk meningkatkan diri secara intern maupun ekstern. So, are we ready to be ASEAN University? (Shb)

Iklan

2 tanggapan untuk “President University to be ASEAN University?”

  1. saya setuju dengan poin “peningkatan kegiatan mahasiswa/klub/komunitas”, mungkin kami para mahasiswa PU harus lebih kompak lagi dalam meningkatkan poin ini, di karenakan apabila mahasiswa lebih kompak saya yakin President Univeristy tercinta ini akan lebih banyak mendapatkan sponsor untuk masing-masing kegiatan mahasiswa terutama untuk klub-klub yang sudah ada 🙂

    Suka

    1. terima kasih atas dukungannya 🙂
      Setuju dengan pemikiran anda. Klub/komunitas/kegiatan yang beragam, unik, dan inovatif bisa “menjual” dan menarik tidak mungkin tidak menarik calon mahasiswa untuk bergabung, baik calon mahasiswa domestik maupun internasional.

      Suka

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s