Ketika “Laskar Madani” Merindukan Indahnya SMAN Model Terpadu Madani

Hampir tepat 6 tahun yang lalu, sebuah sekolah di pinggiran ibu kota Palu berdiri dengan megahnya dengan panorama Teluk Palu di sebelah baratnya. Menginjakkan kaki di hari itu memiliki kesan tersendiri, “kok sekolahnya begini?” Jauh tertinggal dibanding mereka yang menikmati sekolah kami di angkatan III dan seterusnya dan tahun ini akan menjaring angkatan VII. Jangankan kantin, guru sedang dalam proses seleksi, komputer, laboratorium, atau lapangan basket, kursi dan pagar pun saat itu kami belum punya. Hanyalah semilir angin dan Laskar Madanirerumputan yang menjadi teman hampir setahun penuh. Maklum, kamilah Angkatan I yang merasakan “nikmat” menjadi Laskar Madani.

Sebutan Laskar Madani terinspirasi dari saudara saya Habib Muh. Shahib yang menemukan sebutan ini dari film Laskar Pelangi yang kala itu sedang popular. Kenapa dia menyebut angkatan I sebagai Laskar Madani? Ternyata, dia menemukan kemiripan cerita antara kami “Laskar Madani” Angkatan I Madani dan Laskar Pelangi :

Dalam ceritanya, Laskar Pelangi memiliki jumlah siswa yang sangat sedikit dan berasal dari keluarga yang pas-pasan. Demikian halnya dengan kami, 18 orang “pejuang” yang akhirnya berkembang menjadi 26 orang di akhir tahun kami yang berasal dari beragam suku dan tingkat perekonomian.

Dalam ceritanya, Laskar Pelangi menjadikan alam sebagai teman bermain dan belajarnya. Demikian juga kami saat itu padang rumput kering dan bukit belakang sekolah menjadi teman dan tempat kami bermain dan berfoto dengan arahan Pak Zulkifli Radjamuda yang senantiasa bersama kami sejak awal. Seringkali alam menjadi tempat kami belajar dengan memilih Penangkaran Burung Maleo di Pakuli sebagai tempat penelitian kami yang pertama.

Laskar Madani

Dalam ceritanya, Laskar Pelangi memenangkan lomba-lomba sehingga menjadi terkenal. Demikian juga kami, mengikuti kompetisi sana-sini dengan sekolah-sekolah favorit SMA 1, 2, 3, dll. Walaupun saat itu belum mendapatkan juara, tetapi setidaknya kami berhasil menggetarkan lawan dan memproklamirkan diri sebagai “New Competitor” dan hasilnya silahkan dilihat bahwa perjuangan kami dan adik-adik kami berhasil meruntuhkan dominansi SMA-SMA favorit sebelumnya di kota Palu.

Tentu masih banyak persamaan-persamaan dan cerita-cerita indah di balik penderitaan kami sebagai Angkatan I. Hanya saja saya yakin, satu rim kertas pun takkan cukup untuk melukiskan bagaimana indahnya saat itu.

Ada satu harapan saya dan saya doakan terealisasi sepenuhnya adalah SMAN Model Terpadu Madani menjadi sekolah berstandar internasional di Sulawesi Tengah. Namun, saya pun juga sadar bahwa untuk menjadi sekolah berstandar internasional membutuhkan proses dan waktu.

Dengan momentum akhir tahun ajaran 2010/2011, saya mewakili segenap Angkatan I SMAN Model Terpadu Madani  dengan ini mengucapkan semoga berhasil untuk Angkatan IV dalam menghadapi UAN dan UAS, semoga sukses selalu. Tidak lupa juga kami ingatkan untuk menjaga kualitas “bibit-bibit” SMAN Model Terpadu Madani sehingga visi untuk mencapai sekolah berstandar internasional bisa tercapai, amin ya Rabb.

Laskar Madani Full

10 tanggapan untuk “Ketika “Laskar Madani” Merindukan Indahnya SMAN Model Terpadu Madani”

  1. nice post kak 🙂
    kalo baca postingan yang diawal-awal mirip-mirip lah sama cerita angkatan 1 smp madani 🙂 hehehe
    salam kenal yah kak, saya juga siswa sma madani angkatan 6
    ini tahun terakhir angkatannya kita kak, doakan yah kak supaya bisa lulus 100 persen

    Suka

    1. Halo kak! 🙂
      saya angkatan ke-8 lho.. 😀

      i just wanna say.. i’m very proud to become one of Madani Senior High School students! 🙂

      Thanks for sharing your experience in the Auditorium few days ago! 🙂 ;))

      And it’s very inspirational! 😀

      yang penting gak bakal mutilasi belalang lagi ..

      Hehehe ..

      Nice to know you! 🙂

      Suka

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s