Menuju Masyarakat ASEAN 2015

Rabu, 13 April 2011, sebuah diskusi sehari bertajuk “Menuju Masyarakat ASEAN: Strategi Pengembangan People Centered” dilaksanakan di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden RI. Diskusi ini diprakarsai oleh Deputi Sekretariat Wapres Bidang Politik, Ibu Dewi Fortuna Anwar. Dalam sambutannya, beliau menginginkan tercapainya ASEAN yang bersifat people centered, yakni masyarakat lebih banyak dan bahkan sepenuhnya dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan regional ASEAN demi tercapainya ASEAN Community 2015.

Bersama dengan perwakilan dari beberapa universitas-universitas ternama seperti UI dan UIN, Kementerian-kementerian, Kepala Daerah, komunitas-komunitas masyarakat, saya mewakili President University turut serta dalam diskusi tersebut. Ini merupakan kali pertama President University diundang oleh sekretariat eksekutif pemerintah Indonesia. Sejatinya, undangan ini ditujukan kepada ketua Badan Eksekutif Mahasiswa President University. Namun, karena 13 April 2011 bertepatan dengan final week maka tidak ada anggota BEM yang memungkinkan untuk turut serta. Melihat kesempatan emas bagi President University, maka saya menawarkan diri untuk mewakili BEM dalam diskusi tersebut karena menurut saya jika di kali pertama kita diundang tetapi kita tidak hadir, kecil kemungkinan kampus ini untuk diperhatikan dan diundang kembali oleh Sekretariat Wapres RI untuk acara-acara selanjutnya.

Diskusi dibuka dengan presentasi dari peneliti ASEAN dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Presentasi pertama memaparkan fakta mencengangkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia tidak tahu apa itu ASEAN. Teringat dulu saya diajarkan tentang ASEAN di bangku SD hingga SMP sehingga saya yakin orang-orang mengenal ASEAN, namun fakta berkata lain. Selama ini ASEAN hanya diketahui oleh masyarakat birokrat atau berpendidikan saja tetapi tidak oleh masyarakat tingkat bawah.

Presentasi kedua memaparkan dua masalah, yaitu Migrant dan Corporate Social Responsibility. Untuk regional ASEAN, masalah tenaga kerja masih menjadi masalah utama. Apalagi antara dua negara anggotanya, Indonesia dan Malaysia. Masalah yang timbul adalah masalah klasik terkait legalitas tenaga kerja seperti paspor dan dokumen ketenagakerjaan lainnya. Kemudian masalah CSR yang ternyata di Indonesia masih belum cukup terorganisir seperti apa bentuknya. Bercermin dari Singapura, CSR perusahaan-perusahaan di sana masuk dalam program pembangunan SIngapura itu sendiri dan secara jelas telah diatur oleh pemerintahnya. Namun di Indonesia, belum adanya master plan pengembangan daerah melalui CSR perusahaan-perusahaan menjadi kendala utama. Oleh karenanya, diskusi ini diharapkan dapat mengubah CSR tidak hanya sebagai kewajiban perusahaan tetapi menjadi komitmen perusahaan.

Beberapa masukan diberikan oleh peserta kepada para peneliti, di antaranya:

  1. Indonesia, sebagai Ketua ASEAN 2011, perlu membuat master plan atau potret seperti apa yang ingin dicapai pada tahun 2015 terkait ASEAN Community.
  2. Mendirikan Universitas ASEAN. Konsep Universitas ASEAN ini, menurut peneliti, sedang dalam penggodokan dan bekerja sama dengan Universitas Terbuka di negara-negara anggota ASEAN lainnya.
  3. Membuat standarisasi ASEAN di semua bidang yang berlaku di seluruh area regional ASEAN.
  4. Diajukan untuk persamaan mata uang ASEAN dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua ASEAN dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pertamanya.
  5. Pemerintah lebih memperhatikan komunitas atau LSM untuk Go ASEAN sehingga visi people centered tercapai.
  6. Libur Asean Day atau Hari ASEAN, sebagai peringatan hari ulang tahun ASEAN sekaligus momen untuk mensosialisasikan ASEAN.

Masukan-masukan ini nantinya akan dilaporkan kepada Wakil Presiden RI yang merupakan ketua harian dari Indonesia ASEAN Chairmanship 2011.

Kita semua berharap ASEAN tidak hanya menjadi asosiasi formalitas saja tetapi juga asosiasi yang memberikan manfaat secara langsung kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Selamat atas terpilihnya Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011!

What do you think?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s